About Us

Griya Kaligrafi Islam Hilyatul Qalam merupakan suatu galeri yang memfokuskan diri dalam bidang seni kaligrafi Islam sebagai salah satu perhiasan dan aktualisasi masterpiece seni Islam yang adiluhung. Idenya berawal pada bulan Oktober tahun 2008 yang dibentuk sebagai sebuah kreativitas dan niat dari kaligrafer alumni Firqoh Kaligrafi Al-Hasyimi MAPK Surakarta dan Sanggar Kaligrafi AL-Mizan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk turut serta melestarikan perkembangan kaligrafi di Indonesia sekaligus menjadi ajang berekspresi yang mengasyikkan. Menjamurnya seni kaligrafi akhir-akhir ini tidak terlepas dari kehausan para generasi muda untuk terus belajar dan mengembangkannya menjadi pola baru berkesenian serta melihat betapa seni ini sudah menjadi ikon tersendiri bagi perkembangan seni Islam dan ilmu pengetahuan, dimana kaligrafi Islam awalnya lahir oleh kepiawaian tangan-tangan para seniman muslim sendiri tanpa adanya campur tangan pihak lain. Sumbangsihnya bagi peradaban tulis-menulis dan dakwah Islam sungguh nyata. Hal tersebut dapat dilihat dari sejarah pembukuan al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam yang ditulis dengan kaligrafi oleh para kaligrafer (khattat) kala itu. Penulisan inipun menjadikan al-Qur’an terus dibaca, dihafal, dan dikaji dari masa ke masa yang memacu perkembangan ilmu dan kesenian yang lain. Sehingga tak berlebihan kiranya kalau ada yang menyebut kaligrafi Islam sebagai “the art of Islamic art” (seninya seni Islam), yang merefleksikan kedalaman seni tersebut esensinya berasal dari keseluruhan nilai-nilai dan konsep keimanan. Oleh karena itu, kaligrafi Islam mempunyai pengaruh yang besar terhadap bentuk-bentuk ekspresi Islam seni yang lain seperti tilawah, tahfidz, tafsir, sholawat dan lainnya.

Semangat berkaligrafi ini juga didukung oleh citra bahwa kaligrafi dalam Islam dipandang sebagai manifestasi semangat religiusitas. Ini bermula dari pernyataan-pernyataan Allah sendiri dalam al-Qur’an dan beberapa hadist nabi yang mendukung pengembangan seni kaligrafi. Kualitas religius yang suci ini akhirnya menjadi ciri yang sangat tipikal dalam apresiasi kaligrafi sepanjang peradaban Islam. Pertalian langsung antara tulisan dengan nilai-nilai keagamaan menjadikan umat Islam selalu termotivasi untuk terus mengembangkannya.

Berangkat dari hal inilah Griya Kaligrafi Islam Hilyatul Qalam dibentuk sebagai sebuah kegiatan seni menekuni secara khusus dalam bidang jasa penulisan kaligrafi Islam, yang memiliki SDM para kaligrafer muda yang berpengalaman dalam bidang kaligrafi, dengan visi sebagai berikut :

  1. Mengakui keagungan Allah yang telah menciptakan rasa keindahan

  2. Mengapresiasikan seni dalam rangka untuk melestarikan khazanah kebudayaan Islam.

  3. Membumikan pesan al-Qur’an kepada masyarakat melalui keindahan seni kaligrafi

  4. Menciptakan kondisi ruangan yang artistik dan menarik baik masjid, mushola, rumah maupun tempat lain dengan kaligrafi.

Prestasi dalam lomba kaligrafi yang pernah diraih mulai dari tingkat kabupaten, propinsi, nasional dan AEAN antara lain :

Tahun 2001: Juara II Kaligrafi SMU Se-Jawa Bali di UIN Suka, Juara I Kaligrafi Pelajar Umum di Masjid Agung Solo║ Tahun 2003: Juara II Kaligrafi MTQ Prop. D.I Yogyakarta, Peserta MTQ Nasional XX Palangka Raya Kalteng, Juara I Kaligrafi MTQ Mhs Nasional VIII Bandung, Peserta Fesbin di Bayt al-Qur’an TMII Jakarta║Tahun 2004: Juara I Kaligrafi Dekorasi PIONIR PTAIN Nasional Bandung, Juara harapan I Peraduan ASEAN Brunei Darussalam║Tahun 2005: Juara II Kaligrafi Dekorasi MTQ Prop. D.I Yogyakarta, Juara I Kaligrafi Festival Islam Fak Ilmu Budaya UGM, Juara II Kaligrafi Mushaf Jateng di UNSIQ Wonosobo, Juara I Kaligrafi Dekorasi MTQ Propinsi Jawa Tengah║Tahun 2006: Peserta MTQ Nasional XXI 2006 di Kendari Sultra║Tahun 2007: Juara I Kaligrafi Dekorasi MTQ Kab.Cirebon, Juara II kaligrafi MTQ Mhs Nasional di Palembang║Tahun 2008: Juara I Kaligrafi Dekorasi MTQ Kabupaten Bantul, Juara I Kaligrafi Dekorasi MTQ Prop. DIY.

Adapun pengalaman kami dalam proyek penulisan kaligrafi baik individu maupun secara tim adalah :

Tahun 2001: Masjid Simo Boyolali║Tahun 2002: Masjid Dalon Jaten Karanganyar Solo, Masjid at-Taqwim Karanganyar Solo, Masjid Jl.Kaliurang Sleman Yogyakarta, Masjid Kenaruhan Turi Sleman, Masjid Gondoarum Turi Sleman║‌Tahun 2004: Masjid Kalasan Sleman, Masjid “At-Taqwa” Komplek Mandala Asri Yogyakarta, Masjid Polres Sleman Yogyakarta, Mushola Rumah Ir. Setiyoso Mantan Kepala Dinas Perhubungan DIY║Tahun 2005: Masjid “At-Taqwa” Komplek Yadara Yogyakarta, Masjid “Nurul Istiqomah” Nologaten Yogyakarta, Masjid Polres Wonogiri, Masjid SMAN I Depok Sleman Yogyakarta║Tahun 2006: Masjid “Miftahul Huda” Purwodadi, Masjid MTsN Kota Sleman Yogyakarta║Tahun 2007: Masjid Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Mushola Fakultas Syari’ah-Tarbiyah UIN Yogyakarta, Kaligrafi Panggung MTQ Mahasiswa Se-DIY di UIN Yogyakarta, Rumah H. Mulyadi M.Pdi (dokter pengobatan) Sukoharjo║Tahun 2008: Masjid “Ibrahim” bantuan Uni Emirat Arab di Umbulharjo Yogyakarta, Masjid “Al-Kautsar” Purwodadi, Ponpes “Darut Taqwa” Purwodadi, Masjid SMAN 1 Karangpandan Karanganyar Solo, Kaligrafi Panggung MTQ Prop DIY, dan gedung MTs Negeri Yogyakarta I.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: